Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), Frequency Division Multiple Accsess (FDMA), Time division multiple access (TDMA) ,
1. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS).
FHSS merupakan salah satu jenis dari Spread Spectrum.Dalam skema Frequency Hopping Spread
Spectrum, sinyal disiarkan sepanjang rangkaian frekuensi radio yang
kelihatannya acak, melompat dari frekuensi ke frekuensi pada titik pisah (split-
socond intervals). Sebuah receiver, melompat di antara frekuensi secara sinkron
dengan transmitter, lalu menangkap pesan. Sehingga orang-orang yang berusaha
mendengarkan secara diam diam hanya akana mendengar bunyi titik titik yang
tidak jelas. Upaya untuk mengganggu sinyal hanya akan berhasil dengan cara
menghantam sedikit bit-nya.
Gambar Penggunaan channel pada FHSS
Untuk transmisi data biner dimasukkan ke dalam sebuah modulator dengan
menggunakan beberapa skema pengkodean digital-ke-analog, semacam
Frequency-shift keying(FSK) atau Binary Phase-Shift Keying(BPSK). Sinyal
yang dihasilkan dipusatkan disekitar beberapa frekuensi dasar.
Sumber jumlah pseudorandom menyajikan apa yang dilampirkan dalam indeks
didalam tabel frekuensi. Pada masing masing interval yang berurutan, dipilih
sebuah frekuensi baru dari tabel. Frekuensi ini kemudian dimodulasikan melalui
sinyal yang dihasilkan dari modulator awal agar menghasilkan sinyal yang baru
dengan bentuk yang sama namun sekarang dipusatkan di tengah tengah
frekuensi yang dipilih dari tabel. biar lebih jelas lihat gambar di bawah
ini
Gambar Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter
Untuk transmisi data biner dimasukkan ke dalam sebuah modulator dengan
menggunakan beberapa skema pengkodean digital-ke-analog, semacam
Frequency-shift keying(FSK) atau Binary Phase-Shift Keying(BPSK). Sinyal
yang dihasilkan dipusatkan disekitar beberapa frekuensi dasar. Sumber jumlah
pseudorandom menyajikan apa yang dilampirkan dalam indeks didalam tabel
frekuensi. Pada masing masing interval yang berurutan, dipilih sebuah frekuensi
baru dari tabel. Frekuensi ini kemudian dimodulasikan melalui sinyal yang
dihasilkan dari modulator awal agar menghasilkan sinyal yang baru dengan
bentuk yang sama namun sekarang dipusatkan di tengah tengah frekuensi yang
dipilih dari tabel.
Gambar 5, Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Receiver
Sedangkan pada penerima, sinyal spektrum penyebaran didemodulasikan
menggunakan sejumlah frekuensi yang sama yang didapatkan dari tabel
kemudian didemoduasikan agar menghasilkan data output. Sebagai contoh, bila
FSK digunakan, modulator memilih salah satu dari dua frekuensi, katakanlah f0
atau f1, berkaitan dengan transmisi biner 1 atau biner 0.Sinyal FSK biner yang
dihasilkan diartikan ke dalam frekuensi melalui suatu jumlah yang ditentukan
melalui urutan output dari generator sumber pseudorandom. Sehingga, bila
frekuensi yang dipilih pada waktu I adalah f1 maka sinyal pada waktu I adalah
baik fi + fo maupun fi + f1. Sinyal ditransfer secara bergantian dengan
menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu
yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita
yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik
antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari channel
frekuensi satu ke channel frekuensi lainnya. Pita 2.4GHz dibagi-bagi ke dalam
beberapa sub bagian yang disebut channel/kanal. Salah satu standar pembagian
channel ini adalah sistem ETSI (European Telecommunication Standard
Institute) dengan membagi channel, dimulai dengan channel 1 pada frekuensi
2.412MHz, channel 2 pada frekuensi 2.417MHz, channel 3 pada frekuensi
2.422MHz dan seterusnya setiap 5MHz bertambah sampai channel 13. Dengan
teknologi DSSS maka untuk satu perangkat akan bekerja menggunakan 4
channel (menghabiskan 20MHz, tepatnya 17MHz). Dalam implementasinya
secara normal pada lokasi dan arah yang sama hanya 3 dari 13 kanal DSSS yang
bisa dipakai. Parameter lain yang memungkinkan penggunaan lebih dari 3
channel ini adalah penggunaan antena (directional antenna) dan polarisasi
antena itu sendiri (horisontal/vertikal).
Sekian dulu penjelasan mengenai Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)
semoga bermanfaat :)
2. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
rect Sequence Spread Spectrum dipilih karena adanya kemudahan dalam
mengacak data yang akan dispreading. Dalam DSSS spreading hanya
menggunakan sebuah generator noise yang periodik yang di sebut Pseudo Noise
Generator. Kode yang digunakan pada sistem spread spectrum memiliki sifat
acak tetapi periodik sehingga disebut sinyal acak semu (pseudo random). Kode
tersebut bersifat sebagai noise tapi deterministik sehingga disebut juga noise
semu (pseudo noise). Pembangkit sinyal kode ini disebut Pseudo Random
Generator (PRG) atau pseudo noise generator (PNG). PRG inilah yang akan
melebarkan dan sekaligus mengacak sinyal data yang akan dikirimkan. Dalam
skema ini, masing masing bit pada sinyal yang asli ditampilkan oleh bit- bit
multipel pada sinyal yang ditransmisikan, yang disebut kode tipis(chipping).
Kode tipis yang menyebarkan secara langsung sepanjang band frekuensi yang
lebih luas sebanding dengan jumlah bit yang dipergunakan. Oleh karena itu,
kode tipis 10-bit menyebarkan sinyal sepanjang band frekuensi yang 10 kali
lebih besar dibandingkan kode tipis 1-bit.
Satu teknik dengan spektrum penyebaran deretan langsung adalah dengan
mengkombinasikan stream informasi digital dengan bit stream pseudorandom
menggunakan OR-eksklusif contoh pada gambar.1
Gambar 1.Contoh Direct Sequence Spread Spectrum
Patut dicatat bahwa bit informasi dari satu membalikan bit-bit
pseudorandom dalam kombinasi tersebut, sementara bit informasi 0
menyebabkan bit-bit pseudorandom ditransmisikan tanpa mengalami inversi.
Kombinasi bit stream memiliki data rate yang sama dengan deretan
pseudorandom yang asli, sehingga memiliki bandwidth yang lebih lebar
dibandingkan dengan stream informasi. Pada contoh ini, bit stream lebih besar 4
kali lipat rate informasi.
Gambar 2a.Direct Sequence Spread Spectrum pada Transmitter
Gambar 2b.Direct Sequence Spread Spectrum pada Receiver
Gambar 2 menunjukkan implementasi deretan langsung yang khusus.
Dalam hal ini, stream informasi dan stream pseudorandom bahkan dikonversi
ke sinyal-sinyal analog lalu dikombinasikan, bukannya menunjukkan OR-
eksklusif dari dua stream dan kemudian memodulasikannya. Penyebaran
spektrum dapat dicapai melalui teknik deretan langsung yang ditentukan dengan
mudah. Sebagai contoh, anggap saja sinyal informasi memiliki lebar bit sebesar
tb yang ekuivalen terhadap rate data = 1/tb. Dalam hal ini, bandwidth sinyal
tergantung pada teknik pengkodean, kira-kira 2/tb. Hampir sama dengan itu,
bandwidth sinyal pseudorandom asalah 2/Tc dimana Tc adalah lebar bit
pseudorandom input. Bandwidth sinyal yang dikombinasikan kira-kira sebesar
jumlah dari 2 bandwidth tersebut. Jumlah penyebaran yang dicapai adalah hasil
langsung dari rate data pseudorandom. Semakin besar data rate pseudorandom
input, semakin besar jumlah penyebarannya. di bawah ini merupakan Contoh
dari gambar Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan BPSK
Gambar 3, Contoh DSSS menggunakan BPSK
Approximate spectrum sinyal DSSS
Gambar 4, Approximate spectrum sinyal DSSS
Dikutip dari :
http://muammar-teknik.blogspot.com/2014/08/direct-sequence-spread-
spectrum-dsss.html
3. Frequency Division Multiple Accsess
FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan
pada sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika
satu pita frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik
“satu pelanggan, satu jalan”.
Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain
tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau dalam
waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan
rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi.
Kalau setiap pita memerlukan lebar 30 Kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang
digunakan berawal dari 890 Mega Hertz (MHz), maka:
Pita frekuensi kanal 1 mulai dari 890 MHz hingga 890,030 Mhz
Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz
Pita frekuensi kanal 3 mulai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHz dan
seterusnya.
Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah:
100 x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3 MHz.
Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz,
maka batas atasnya adalah 893 MHz.
Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk komunikasi bergerak dibatasi oleh
peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi lain pasti digunakan untuk jatah
keperluan yang lain pula. Sementara jatah frekuensi yang ada pun harus dibagi
antarpenyelenggara telepon seluler.
Oleh karena itu, untuk memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang
terbatas, digunakan trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyelenggara.
Dikutip dari :
https://www.zikrillah.com/2013/02/pengertian-fdma-tdma-dan-cdma.html
4. Time division multiple access (TDMA)
diperkenalkan oleh Asosiasi Industri Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) yang
terakreditasi oleh American National Standards Institute (ANSI), adalah
teknologi transmisi digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk
setiap pengguna pada masing-masing saluran [1] , dan menjadi salah
satu metode utama yang digunakan oleh jaringan digital telepon seluler untuk
menghubungkan panggilan telepon. Sinyal digital dari jaringan digital
dihubungkan ke pengguna tertentu untuk berhubungan dengan sebuah kanal
frekuensi digital tersendiri tanpa memutuskannya dengan mengalokasikan
waktu. TDMA juga merupakan metode pengembangan dari FDMA yakni setiap
kanal frekuensinya dibagi lagi dalam slot waktu sekitar 10 ms. Sistem ini juga
didukung oleh berbagai macam pelayanan untuk pengguna terakhir seperti
suara, data, faksimili, layanan pesan singkat (sms), dan pesan siaran.
Saat ini secara garis besar terdapat dua persaingan model sistem yang membagi
pasar telepon seluler itu sendiri yaitu TDMA dan CDMA. Dan TDMA menjadi
teknologi pilihan karena diadopsi oleh Eropa sebagai standar pada (Global
System for Mobile Communications, GSM) dan Jepang dengan (Japanese
Digital Cellular, JDC). Namun, pada generasi ke-tiga (3G) jaringan
nirkabel, CDMA akan menjadi pilihan dibandingkan dengan TDMA .
Cara kerja
Setiap daerah layanan dalam sistem telepon seluler dibagi menjadi beberapa
kolom. Setiap kolomnya digunakan kurang lebih satu hingga tujuh kali dari
kanal-kanal yang tersedia. Kolom telepon digital mengubah panggilan telepon
menjadi digital sebelum berhubungan. Kolom ini menyediakan tempat yang
besar dan dengan baik menaikkan kapasitas dari setiap kolom. TDMA
mengambil setiap kanal dan membelahnya menjadi tiga kali celah. Setiap
pembicaraan di telepon mendapat sinyal radio untuk satu hingga tiga kali, dan
sistem tersebut secara cepat mengubah dari satu telepon ke telepon yang lain.
Hal ini diserahkan ke time-division multiplexing. Karena sinyal digital sangat
ditekan, pergantian di antara tiga pembicaraan yang berbeda di telepon
disempurnakan dengan tidak menghilangkan informasi . Hasilnya berupa sistem
yang mempunyai tiga kali dari kapasitas sebuah sistem analog dan
menggunakan kanal yang sama tanpa TDMA. Sebuah kolom yang
menggunakan TDMA dapat menangani 168 penggilan yang tidak teratur secara
menyeluruh. TDMA juga digunakan dalam GSM yang merupakan dasar dari
PCS (Personal Communication Service). Dengan PCS, kanalnya dibagi menjadi
delapan bagian. Pengoperasian TDMA membutuhkan kontrol outlink semua
bagian pengatur yang berisi beberapa informasi kontrol. Pembawa outlink ini
juga memiliki struktur bingkai yang menyediakan informasi waktu akurat untuk
semua bagian pengontrol. Peralatan teleport sentral komputer VSAT
mengatakan ke setiap situs slot waktu khusus untuk digunakan dalam struktur
TDMA dan rencana informasi ini disiarkan ke semua bagian secara berkala.
Rencana waktu ledakan mungkin sudah ditetapkan, sehingga setiap bagian
mengalokasikan proporsi tertentu dari keseluruhan struktur waktu TDMA atau
mungkin bersifat dinamis, dimana slot waktu yang ditempatkan, disesuaikan
sebagai tanggapan terhadap kebutuhan lalu lintas setiap bagian.
Kelebihan TDMA
dibanding teknologi telepon seluler lain
TDMA didesain untuk digunakan di setiap lingkungan dan situasi, dari
penggunaan tanpa kabel di daerah bisnis ke pengguna yang sering bepergian
pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan (TOL).
Keunggulan lain dari TDMA selain meningkatkan efisiensi hubungan,
dibandingkan dengan teknologi seluler lain.
1. Dapat dengan mudah disesuaikan dengan transmisi data serta komunikasi
suara. TDMA menawarkan kemampuan untuk membawa kecepatan data dari 64
kbps sampai 120 Mbps (diperluas dalam kelipatan 64 kbps) yang
memungkinkan operator untuk menawarkan komunikasi pribadi seperti faks,
voiceband data, dan layanan pesan singkat (SMS) serta aplikasi yang
membutuhkan “pitalebar” secara intensif seperti multimedia dan
videoconference.
2. Tidak seperti teknik spread-spectrum yang dapat mengalami gangguan di
antara para pengguna yang semuanya berada pada pita frekuensi yang sama dan
berhubungan pada saat yang sama, teknologi TDMA memisahkan pengguna
dalam waktu, agar tidak mengalami gangguan dari hubungan simultan lainnya.
3. TDMA menyediakan daya hidup baterai yang lama.
4. TDMA menjalankan pengisian penyimpanan di stasiun dasar-peralatan, ruang
dan pemeliharaan, merupakan faktor penting sebagai ukuran pertumbuhan sel
yang lebih kecil.
5. Biaya penggunaan TDMA sangat efektif untuk mengubah teknologi arus
sistem analog ke digital.
6. TDMA adalah satu-satunya teknologi yang menawarkan pemanfaatan yang
efisien struktur sel hirarkis (HCS) menawarkan piko, mikro, dan macrocells.
HCS mencakup sistem yang akan disesuaikan untuk mendukung lalu lintas
tertentu dan kebutuhan pelayanan, membuat sistem kapasitas lebih dari 40-kali
AMPS dapat dicapai dengan biaya yang efisien.
7. Sistem layanan TDMA sesuai dengan penggunaan dual-mode handset, karena
adanya kepentingan sesuai dengan sistem analog FDMA.
Kelemahan TDMA dari telepon seluler lain
Dua kekurangan utama TDMA:
Penggunaan dari celah waktu yang sudah ditetapkan membuat sulit untuk
mengendalikan panggilan ke kolom berikutnya, menambah kemungkinan
dari sebuah panggilan akan terputus ketika panggilan tersebut bergerak di
antara kolom – kolom.
TDMA merupakan pokok dari penggabungan bagian-bagian distorsi, yang
berdampak ketika potongan dari perbincangan melompat mengelilingi
bangunan dan kesulitan lainnya seperti sikap pada saat perbincangan sampai
pada telepon dari urutan.
FHSS merupakan salah satu jenis dari Spread Spectrum.Dalam skema Frequency Hopping Spread
Spectrum, sinyal disiarkan sepanjang rangkaian frekuensi radio yang
kelihatannya acak, melompat dari frekuensi ke frekuensi pada titik pisah (split-
socond intervals). Sebuah receiver, melompat di antara frekuensi secara sinkron
dengan transmitter, lalu menangkap pesan. Sehingga orang-orang yang berusaha
mendengarkan secara diam diam hanya akana mendengar bunyi titik titik yang
tidak jelas. Upaya untuk mengganggu sinyal hanya akan berhasil dengan cara
menghantam sedikit bit-nya.
Gambar Penggunaan channel pada FHSS
Untuk transmisi data biner dimasukkan ke dalam sebuah modulator dengan
menggunakan beberapa skema pengkodean digital-ke-analog, semacam
Frequency-shift keying(FSK) atau Binary Phase-Shift Keying(BPSK). Sinyal
yang dihasilkan dipusatkan disekitar beberapa frekuensi dasar.
Sumber jumlah pseudorandom menyajikan apa yang dilampirkan dalam indeks
didalam tabel frekuensi. Pada masing masing interval yang berurutan, dipilih
sebuah frekuensi baru dari tabel. Frekuensi ini kemudian dimodulasikan melalui
sinyal yang dihasilkan dari modulator awal agar menghasilkan sinyal yang baru
dengan bentuk yang sama namun sekarang dipusatkan di tengah tengah
frekuensi yang dipilih dari tabel. biar lebih jelas lihat gambar di bawah
ini
Gambar Sistem Frequency Hopping Spread Spectrum pada Transmitter
Untuk transmisi data biner dimasukkan ke dalam sebuah modulator dengan
menggunakan beberapa skema pengkodean digital-ke-analog, semacam
Frequency-shift keying(FSK) atau Binary Phase-Shift Keying(BPSK). Sinyal
yang dihasilkan dipusatkan disekitar beberapa frekuensi dasar. Sumber jumlah
pseudorandom menyajikan apa yang dilampirkan dalam indeks didalam tabel
frekuensi. Pada masing masing interval yang berurutan, dipilih sebuah frekuensi
baru dari tabel. Frekuensi ini kemudian dimodulasikan melalui sinyal yang
dihasilkan dari modulator awal agar menghasilkan sinyal yang baru dengan
bentuk yang sama namun sekarang dipusatkan di tengah tengah frekuensi yang
dipilih dari tabel.
Sedangkan pada penerima, sinyal spektrum penyebaran didemodulasikan
menggunakan sejumlah frekuensi yang sama yang didapatkan dari tabel
kemudian didemoduasikan agar menghasilkan data output. Sebagai contoh, bila
FSK digunakan, modulator memilih salah satu dari dua frekuensi, katakanlah f0
atau f1, berkaitan dengan transmisi biner 1 atau biner 0.Sinyal FSK biner yang
dihasilkan diartikan ke dalam frekuensi melalui suatu jumlah yang ditentukan
melalui urutan output dari generator sumber pseudorandom. Sehingga, bila
frekuensi yang dipilih pada waktu I adalah f1 maka sinyal pada waktu I adalah
baik fi + fo maupun fi + f1. Sinyal ditransfer secara bergantian dengan
menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu
yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita
yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik
antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari channel
frekuensi satu ke channel frekuensi lainnya. Pita 2.4GHz dibagi-bagi ke dalam
beberapa sub bagian yang disebut channel/kanal. Salah satu standar pembagian
channel ini adalah sistem ETSI (European Telecommunication Standard
Institute) dengan membagi channel, dimulai dengan channel 1 pada frekuensi
2.412MHz, channel 2 pada frekuensi 2.417MHz, channel 3 pada frekuensi
2.422MHz dan seterusnya setiap 5MHz bertambah sampai channel 13. Dengan
teknologi DSSS maka untuk satu perangkat akan bekerja menggunakan 4
channel (menghabiskan 20MHz, tepatnya 17MHz). Dalam implementasinya
secara normal pada lokasi dan arah yang sama hanya 3 dari 13 kanal DSSS yang
bisa dipakai. Parameter lain yang memungkinkan penggunaan lebih dari 3
channel ini adalah penggunaan antena (directional antenna) dan polarisasi
antena itu sendiri (horisontal/vertikal).
Sekian dulu penjelasan mengenai Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS)
semoga bermanfaat :)
2. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)
rect Sequence Spread Spectrum dipilih karena adanya kemudahan dalam
mengacak data yang akan dispreading. Dalam DSSS spreading hanya
menggunakan sebuah generator noise yang periodik yang di sebut Pseudo Noise
Generator. Kode yang digunakan pada sistem spread spectrum memiliki sifat
acak tetapi periodik sehingga disebut sinyal acak semu (pseudo random). Kode
tersebut bersifat sebagai noise tapi deterministik sehingga disebut juga noise
semu (pseudo noise). Pembangkit sinyal kode ini disebut Pseudo Random
Generator (PRG) atau pseudo noise generator (PNG). PRG inilah yang akan
melebarkan dan sekaligus mengacak sinyal data yang akan dikirimkan. Dalam
skema ini, masing masing bit pada sinyal yang asli ditampilkan oleh bit- bit
multipel pada sinyal yang ditransmisikan, yang disebut kode tipis(chipping).
Kode tipis yang menyebarkan secara langsung sepanjang band frekuensi yang
lebih luas sebanding dengan jumlah bit yang dipergunakan. Oleh karena itu,
kode tipis 10-bit menyebarkan sinyal sepanjang band frekuensi yang 10 kali
lebih besar dibandingkan kode tipis 1-bit.
Satu teknik dengan spektrum penyebaran deretan langsung adalah dengan
mengkombinasikan stream informasi digital dengan bit stream pseudorandom
menggunakan OR-eksklusif contoh pada gambar.1
Gambar 1.Contoh Direct Sequence Spread Spectrum
Patut dicatat bahwa bit informasi dari satu membalikan bit-bit
pseudorandom dalam kombinasi tersebut, sementara bit informasi 0
menyebabkan bit-bit pseudorandom ditransmisikan tanpa mengalami inversi.
Kombinasi bit stream memiliki data rate yang sama dengan deretan
pseudorandom yang asli, sehingga memiliki bandwidth yang lebih lebar
dibandingkan dengan stream informasi. Pada contoh ini, bit stream lebih besar 4
kali lipat rate informasi.
Gambar 2a.Direct Sequence Spread Spectrum pada Transmitter
Gambar 2b.Direct Sequence Spread Spectrum pada Receiver
Gambar 2 menunjukkan implementasi deretan langsung yang khusus.
Dalam hal ini, stream informasi dan stream pseudorandom bahkan dikonversi
ke sinyal-sinyal analog lalu dikombinasikan, bukannya menunjukkan OR-
eksklusif dari dua stream dan kemudian memodulasikannya. Penyebaran
spektrum dapat dicapai melalui teknik deretan langsung yang ditentukan dengan
mudah. Sebagai contoh, anggap saja sinyal informasi memiliki lebar bit sebesar
tb yang ekuivalen terhadap rate data = 1/tb. Dalam hal ini, bandwidth sinyal
tergantung pada teknik pengkodean, kira-kira 2/tb. Hampir sama dengan itu,
bandwidth sinyal pseudorandom asalah 2/Tc dimana Tc adalah lebar bit
pseudorandom input. Bandwidth sinyal yang dikombinasikan kira-kira sebesar
jumlah dari 2 bandwidth tersebut. Jumlah penyebaran yang dicapai adalah hasil
langsung dari rate data pseudorandom. Semakin besar data rate pseudorandom
input, semakin besar jumlah penyebarannya. di bawah ini merupakan Contoh
dari gambar Direct Sequence Spread Spectrum Menggunakan BPSK
Gambar 3, Contoh DSSS menggunakan BPSK
Approximate spectrum sinyal DSSS
Gambar 4, Approximate spectrum sinyal DSSS
Dikutip dari :
http://muammar-teknik.blogspot.com/2014/08/direct-sequence-spread-
spectrum-dsss.html
3. Frequency Division Multiple Accsess
FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan
pada sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika
satu pita frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik
“satu pelanggan, satu jalan”.
Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain
tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau dalam
waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan
rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi.
Kalau setiap pita memerlukan lebar 30 Kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang
digunakan berawal dari 890 Mega Hertz (MHz), maka:
Pita frekuensi kanal 1 mulai dari 890 MHz hingga 890,030 Mhz
Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz
Pita frekuensi kanal 3 mulai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHz dan
seterusnya.
Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah:
100 x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3 MHz.
Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz,
maka batas atasnya adalah 893 MHz.
Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk komunikasi bergerak dibatasi oleh
peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi lain pasti digunakan untuk jatah
keperluan yang lain pula. Sementara jatah frekuensi yang ada pun harus dibagi
antarpenyelenggara telepon seluler.
Oleh karena itu, untuk memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang
terbatas, digunakan trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyelenggara.
Dikutip dari :
https://www.zikrillah.com/2013/02/pengertian-fdma-tdma-dan-cdma.html
4. Time division multiple access (TDMA)
diperkenalkan oleh Asosiasi Industri Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) yang
terakreditasi oleh American National Standards Institute (ANSI), adalah
teknologi transmisi digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk
setiap pengguna pada masing-masing saluran [1] , dan menjadi salah
satu metode utama yang digunakan oleh jaringan digital telepon seluler untuk
menghubungkan panggilan telepon. Sinyal digital dari jaringan digital
dihubungkan ke pengguna tertentu untuk berhubungan dengan sebuah kanal
frekuensi digital tersendiri tanpa memutuskannya dengan mengalokasikan
waktu. TDMA juga merupakan metode pengembangan dari FDMA yakni setiap
kanal frekuensinya dibagi lagi dalam slot waktu sekitar 10 ms. Sistem ini juga
didukung oleh berbagai macam pelayanan untuk pengguna terakhir seperti
suara, data, faksimili, layanan pesan singkat (sms), dan pesan siaran.
Saat ini secara garis besar terdapat dua persaingan model sistem yang membagi
pasar telepon seluler itu sendiri yaitu TDMA dan CDMA. Dan TDMA menjadi
teknologi pilihan karena diadopsi oleh Eropa sebagai standar pada (Global
System for Mobile Communications, GSM) dan Jepang dengan (Japanese
Digital Cellular, JDC). Namun, pada generasi ke-tiga (3G) jaringan
nirkabel, CDMA akan menjadi pilihan dibandingkan dengan TDMA .
Cara kerja
Setiap daerah layanan dalam sistem telepon seluler dibagi menjadi beberapa
kolom. Setiap kolomnya digunakan kurang lebih satu hingga tujuh kali dari
kanal-kanal yang tersedia. Kolom telepon digital mengubah panggilan telepon
menjadi digital sebelum berhubungan. Kolom ini menyediakan tempat yang
besar dan dengan baik menaikkan kapasitas dari setiap kolom. TDMA
mengambil setiap kanal dan membelahnya menjadi tiga kali celah. Setiap
pembicaraan di telepon mendapat sinyal radio untuk satu hingga tiga kali, dan
sistem tersebut secara cepat mengubah dari satu telepon ke telepon yang lain.
Hal ini diserahkan ke time-division multiplexing. Karena sinyal digital sangat
ditekan, pergantian di antara tiga pembicaraan yang berbeda di telepon
disempurnakan dengan tidak menghilangkan informasi . Hasilnya berupa sistem
yang mempunyai tiga kali dari kapasitas sebuah sistem analog dan
menggunakan kanal yang sama tanpa TDMA. Sebuah kolom yang
menggunakan TDMA dapat menangani 168 penggilan yang tidak teratur secara
menyeluruh. TDMA juga digunakan dalam GSM yang merupakan dasar dari
PCS (Personal Communication Service). Dengan PCS, kanalnya dibagi menjadi
delapan bagian. Pengoperasian TDMA membutuhkan kontrol outlink semua
bagian pengatur yang berisi beberapa informasi kontrol. Pembawa outlink ini
juga memiliki struktur bingkai yang menyediakan informasi waktu akurat untuk
semua bagian pengontrol. Peralatan teleport sentral komputer VSAT
mengatakan ke setiap situs slot waktu khusus untuk digunakan dalam struktur
TDMA dan rencana informasi ini disiarkan ke semua bagian secara berkala.
Rencana waktu ledakan mungkin sudah ditetapkan, sehingga setiap bagian
mengalokasikan proporsi tertentu dari keseluruhan struktur waktu TDMA atau
mungkin bersifat dinamis, dimana slot waktu yang ditempatkan, disesuaikan
sebagai tanggapan terhadap kebutuhan lalu lintas setiap bagian.
Kelebihan TDMA
dibanding teknologi telepon seluler lain
TDMA didesain untuk digunakan di setiap lingkungan dan situasi, dari
penggunaan tanpa kabel di daerah bisnis ke pengguna yang sering bepergian
pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan (TOL).
Keunggulan lain dari TDMA selain meningkatkan efisiensi hubungan,
dibandingkan dengan teknologi seluler lain.
1. Dapat dengan mudah disesuaikan dengan transmisi data serta komunikasi
suara. TDMA menawarkan kemampuan untuk membawa kecepatan data dari 64
kbps sampai 120 Mbps (diperluas dalam kelipatan 64 kbps) yang
memungkinkan operator untuk menawarkan komunikasi pribadi seperti faks,
voiceband data, dan layanan pesan singkat (SMS) serta aplikasi yang
membutuhkan “pitalebar” secara intensif seperti multimedia dan
videoconference.
2. Tidak seperti teknik spread-spectrum yang dapat mengalami gangguan di
antara para pengguna yang semuanya berada pada pita frekuensi yang sama dan
berhubungan pada saat yang sama, teknologi TDMA memisahkan pengguna
dalam waktu, agar tidak mengalami gangguan dari hubungan simultan lainnya.
3. TDMA menyediakan daya hidup baterai yang lama.
4. TDMA menjalankan pengisian penyimpanan di stasiun dasar-peralatan, ruang
dan pemeliharaan, merupakan faktor penting sebagai ukuran pertumbuhan sel
yang lebih kecil.
5. Biaya penggunaan TDMA sangat efektif untuk mengubah teknologi arus
sistem analog ke digital.
6. TDMA adalah satu-satunya teknologi yang menawarkan pemanfaatan yang
efisien struktur sel hirarkis (HCS) menawarkan piko, mikro, dan macrocells.
HCS mencakup sistem yang akan disesuaikan untuk mendukung lalu lintas
tertentu dan kebutuhan pelayanan, membuat sistem kapasitas lebih dari 40-kali
AMPS dapat dicapai dengan biaya yang efisien.
7. Sistem layanan TDMA sesuai dengan penggunaan dual-mode handset, karena
adanya kepentingan sesuai dengan sistem analog FDMA.
Kelemahan TDMA dari telepon seluler lain
Dua kekurangan utama TDMA:
Penggunaan dari celah waktu yang sudah ditetapkan membuat sulit untuk
mengendalikan panggilan ke kolom berikutnya, menambah kemungkinan
dari sebuah panggilan akan terputus ketika panggilan tersebut bergerak di
antara kolom – kolom.
TDMA merupakan pokok dari penggabungan bagian-bagian distorsi, yang
berdampak ketika potongan dari perbincangan melompat mengelilingi
bangunan dan kesulitan lainnya seperti sikap pada saat perbincangan sampai
pada telepon dari urutan.
Komentar
Posting Komentar